Langsung ke konten utama

JODOH





Pertemuan adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh manusia, bila sudah waktunya pertemuan akan saling melengkapi dalam satu koin dua muka. hadir sepaket tanpa bisa dipisah, seberapa cepat kita bertemu, atau bahkan seberapa jauh kita bisa menemukannya, yang jelas takdir tidak akan pernah bisa dilawan walau sudah menjauh stengah mati, walau pada awalnya sudah berontak dan protes, kekuatan Allah hu alkhatiba yang menggerakkannya menjadi satu. jodoh dan hidup bersama tidak akan pernah kadaluarsa, berproses dalam aliran kehidupan.


Ketika dua sahabat terbaik saya menikah akhirnya, masih ingat dibenak saya setahun yang lalu keduanya minta didoakan untuk bertemu dengan jodohnya "masing-masing". ketika itu di raudah dalam keadaan solat yang sedikit terjepit, saya akhirnya bisa membawa nama mereka berdua. dengan konteks jodoh mereka masing-masing. namun pada akhirnya Allah malah menjodohkan keduanya. bahagia rasanya memiliki dua sahabat yang sudah seperti keluarga, bahkan dianggap sebagai anak sendiri oleh umi.


"Barakallah laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fil khair"
Syahran simatupang & wita andini putri



Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINDU

Juni ... masih sama dengan bulan-bulan yang lalu, tidak banyak yang berubah, masih sering panas-lalu hujan tidak menentu. namun terasa berbeda karena masih merasa sendiri pada ramadhan tahun ini.  setelah keputusan pulang kesini kembali kemarin, langit-langit kamar menjadi satu-satunya cahaya pengantar kelelahan. banyak sekali perubahan rencana, serta angan dan capaiannya.  sudah lama sekali rasanya buku-buku tidak lagi pernah dibaca hingga berdebu, hingga tulisan-tulisan acak yang hanya akan menjadi draft didalam note telepon genggam saja. atau lemari baju yang belum sempat terapikan, kertas-kertas print out yang menunggu untuk disapa lalu dibututkan saja.  keputusan kembali menjadi bumerang untuk diri sendiri, terkadang ada rasa sesal, dan ingin meninggalkan semuanya, dan apa-apa tentang pencapaian yang telah dibangun hingga hari ini. namun bukankah itu tidak merupakan wujud dari rasa syukur? atau  apakah keadaan buruk dari hari ini mer...

INFINITE

Namanya mukharaja shidqi. Tempat berpulangnya kepulangan yg sebenarnya. Nabi ibrahim dahulu sering mengatakan "mendekatlah kalian kemari" ke bakkah. Dan berkah doa nabi ibrahim lah tanah yang tandus dahulu skrg berubah menjadi ladang makanan seluruh dunia. “ Ya Allah sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah tandus, dekat rumah-Mu, agar mereka mendirikan shalat. Jadikanlah sebagian manusia cenderung kepada mereka dan limpahkanlah rezeki berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”. Disini tidak ada yg berbeda, semua terasa dekat dekat sekali, menjadi keluarga. Hampir setiap hari selalu dipeluk muslimah, entah dalam hal kecil saja untuk merapatkan shaf di mesjidil haram, bahagia sekali diberikan shaf didepan kabah lalu dicium oleh muslimah prancis. Diajak berbuka puasa bersama oleh para muslimah turkey di mesjid nabawi yang mereka sebut arabic coffea. Bahkan pada saat sai dan kelelahan diberi makanan kacang taluha. Berulang kali ...

Bertahan

"Dia akan memberimu sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu" (Q.S Al-anfal: 70) Ramadhan ini adalah refleksi kehidupan baru, kembali menjadi bilangan nol. Menjadi ikhlas karena banyak kehilangan, tapi harus diyakinkan bahwa banyak hal baru yang lebih berat yang harus dilewati. Keputusan-keputusan dimasa lalu yang harus diambil agar tetap berdiri dan selalu berani mengatakan "tidak apa-apa ini biasa saja". tidak peduli seberapa besar yang harus dikorbankan, karena yang harus dipahami sebesar apa manfaat, dan keberkahan setelah menjadi orang yang ikhlas. Untuk doa yang sama dibulan mei tahun lalu, untuk doa yang sama dihari-hari berikutnya, dan untuk doa yang sama di bulan-bulan berikutnya, serta doa yang sama selalu ditahun-tahun selanjutnya. Selamat bertambah usia "mei", tetaplah menjadi kuat. semoga dipertemukan dengan segala harapan. semoga pintu langit terbuka lebar untuk menunggumu, dan bumi mendengar bisikan-bisikan ha...