Langsung ke konten utama

INFINITE



Namanya mukharaja shidqi. Tempat berpulangnya kepulangan yg sebenarnya. Nabi ibrahim dahulu sering mengatakan "mendekatlah kalian kemari" ke bakkah. Dan berkah doa nabi ibrahim lah tanah yang tandus dahulu skrg berubah menjadi ladang makanan seluruh dunia.

Ya Allah sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah tandus, dekat rumah-Mu, agar mereka mendirikan shalat. Jadikanlah sebagian manusia cenderung kepada mereka dan limpahkanlah rezeki berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.


Disini tidak ada yg berbeda, semua terasa dekat dekat sekali, menjadi keluarga. Hampir setiap hari selalu dipeluk muslimah, entah dalam hal kecil saja untuk merapatkan shaf di mesjidil haram, bahagia sekali diberikan shaf didepan kabah lalu dicium oleh muslimah prancis. Diajak berbuka puasa bersama oleh para muslimah turkey di mesjid nabawi yang mereka sebut arabic coffea. Bahkan pada saat sai dan kelelahan diberi makanan kacang taluha. Berulang kali dipanggil oleh beberapa muslimah "ta'al hajjah ketika hendak solat di raudhah, tzalika dia sambil menunjuk mimbar rasullullah. Dan ketika berada di dalam hijr ismail, ada seorang muslim turkey memberikan saya tempat solat tepat dibawah pancuran kabah, sambil membawa kursi untuk menghalangi orang yg hendak berdesakan menunggu saya sampai selesai solat mutlak. Pernah pada saat itu muslim gaza menangis bertemu saya didalam lift karna kagumnya pada muslim di Indonesia yang saling menghormati.

"Dan tidak ada yang sia-sia atas perjuanganmu jid ibrahim alaisalam, serta baginda rasullullah, melihat begitu besar pemeluk agama islam diseluruh dunia, mereka punya rumah berkumpul yg saling bersaudara dalam sebuah ukhuwah islamiyah"

Dia adalah rumah tempat segala berpulang keluh kesah. barakallahu ied adha jid ibrahim dan jiddah maysarah, ismail alaihi sallam. Seluruh keluarga baginda rasullullah, serta umat muslim dan muslimah diseluruh dunia semoga menjadi haj dan hajjah yang mabrur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINDU

Juni ... masih sama dengan bulan-bulan yang lalu, tidak banyak yang berubah, masih sering panas-lalu hujan tidak menentu. namun terasa berbeda karena masih merasa sendiri pada ramadhan tahun ini.  setelah keputusan pulang kesini kembali kemarin, langit-langit kamar menjadi satu-satunya cahaya pengantar kelelahan. banyak sekali perubahan rencana, serta angan dan capaiannya.  sudah lama sekali rasanya buku-buku tidak lagi pernah dibaca hingga berdebu, hingga tulisan-tulisan acak yang hanya akan menjadi draft didalam note telepon genggam saja. atau lemari baju yang belum sempat terapikan, kertas-kertas print out yang menunggu untuk disapa lalu dibututkan saja.  keputusan kembali menjadi bumerang untuk diri sendiri, terkadang ada rasa sesal, dan ingin meninggalkan semuanya, dan apa-apa tentang pencapaian yang telah dibangun hingga hari ini. namun bukankah itu tidak merupakan wujud dari rasa syukur? atau  apakah keadaan buruk dari hari ini mer...

Bertahan

"Dia akan memberimu sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu" (Q.S Al-anfal: 70) Ramadhan ini adalah refleksi kehidupan baru, kembali menjadi bilangan nol. Menjadi ikhlas karena banyak kehilangan, tapi harus diyakinkan bahwa banyak hal baru yang lebih berat yang harus dilewati. Keputusan-keputusan dimasa lalu yang harus diambil agar tetap berdiri dan selalu berani mengatakan "tidak apa-apa ini biasa saja". tidak peduli seberapa besar yang harus dikorbankan, karena yang harus dipahami sebesar apa manfaat, dan keberkahan setelah menjadi orang yang ikhlas. Untuk doa yang sama dibulan mei tahun lalu, untuk doa yang sama dihari-hari berikutnya, dan untuk doa yang sama di bulan-bulan berikutnya, serta doa yang sama selalu ditahun-tahun selanjutnya. Selamat bertambah usia "mei", tetaplah menjadi kuat. semoga dipertemukan dengan segala harapan. semoga pintu langit terbuka lebar untuk menunggumu, dan bumi mendengar bisikan-bisikan ha...