Langsung ke konten utama

Hari ini pelukan buya (papa) menjadi lecutan kebahagian yg luar biasa. Beliau menunggu hampir 2 jam dipinggir kelas, menjemputku kelas sore hari ini. Aku tidak pernah tau apa yg membuatnya bahagia, yg aku tau beliau lah yg selalu membela anak perempuannya dan berdiri paling depan. Memelukku lebih lama dan hangat sekali rasanya. Ada dingin yang mencari, ada cinta yang terbahasakan dalam sebuah restu. Buya memang begitu. Dan aku mencintai beliau yang seperti itu. "itu anakku pak", beliau menunjuk dari kejauhan. Dan bahagianya buya (papa) menjemput anaknya pulang mengajar seperti pertama kali mendengar anak perempuannya menjadi juara umum dibangku sekolah dasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMBALI

kullu nafsin dzaiqotul maut, kembali, Selalu akan mengingatkan kita tentang rumah dan juga akhirat. Dua hal yang sama-sama akan membuat kita mengingat bahwa sejauh apapun kaki ini melangkah pergi, suatu saat kita harus kembali untuk pulang. "Seperti  ditimpa   hujan lebat  dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat, mungkin seperti itulah kematian" kak wulan .. saya mengenalnya ditahun 2016, hari ini dia telah tiada, namun kebaikannya masih mengalir baik dalam pikiran saya. jum'at 2 ramadhan 1439 Hijriah. Allah pasti menakdirkan jadwal yang baik untuk orang yang baik, hari dimana matahari terbit adalah hari jumat, hari dimana Adam diciptakan dan dimasukkan kedalam syurga adalah hari jumat, hari dimana Allah menampakkan dirinya juga hari jumat. dibulan yang penuh dengan pengguguran dosa . tidak perlu takut bagaimana perjumpaanmu dengan Sang Khalik, karena pasti setiap orang yang mengenalmu akan tetap ingat dengan kebaikan yang selalu kau lakuka...

RINDU

Juni ... masih sama dengan bulan-bulan yang lalu, tidak banyak yang berubah, masih sering panas-lalu hujan tidak menentu. namun terasa berbeda karena masih merasa sendiri pada ramadhan tahun ini.  setelah keputusan pulang kesini kembali kemarin, langit-langit kamar menjadi satu-satunya cahaya pengantar kelelahan. banyak sekali perubahan rencana, serta angan dan capaiannya.  sudah lama sekali rasanya buku-buku tidak lagi pernah dibaca hingga berdebu, hingga tulisan-tulisan acak yang hanya akan menjadi draft didalam note telepon genggam saja. atau lemari baju yang belum sempat terapikan, kertas-kertas print out yang menunggu untuk disapa lalu dibututkan saja.  keputusan kembali menjadi bumerang untuk diri sendiri, terkadang ada rasa sesal, dan ingin meninggalkan semuanya, dan apa-apa tentang pencapaian yang telah dibangun hingga hari ini. namun bukankah itu tidak merupakan wujud dari rasa syukur? atau  apakah keadaan buruk dari hari ini mer...

Dua Serdadu Kecilku

Hidup selalu memiliki plot cerita yang berbeda, berbeda untuk setiap orangnya, tak akan pernah sama dan tidak akan pernah tertukar, KuasaNya yang membuat semua akan memiliki kehidupan masing-masing, seperti air hujan yang akan selalu jatuh kebawah membasahi bumi, kehidupan akan terus bergulir dari satu generasi kegenerasi kebawahnya. dari seorang ayah kepada anaknya, dari seorang ibu kepada anaknya. bahkan kita kakak dan adiknya atau adik kepada kakaknya. sekarang kalian telah menjadi dewasa, masing-masing kita menjadi tidak sama lagi, masing-masing dari kita punya kehidupan dan cara bertanggung jawab yang berbeda. setalah bekerja, waktu bersama menjadi berkurang, bercerita disetiap akan kelelahan dan tidur menjadi lebih jarang, semoga kita tidak akan menjadi asing ya. mungkin satu atau dua tahun lagi kalian berdua (dua serdadu kecil) akan menjadi om dan tante yang dibanggakan oleh keponakan kalian. atau satu dua tahun lagi si suara cempreng ini akan dibawa pergi oleh lelak...