Langsung ke konten utama

cukup sekali, beri aku mimpi .

hujan mulai mereda, perlahan ada warna bias indah muncul d sebrang sana ..
dan aku, aku menunggumu d ujung jalan d awal senja ketika hujan reda.

jarak yang menjauhkan kita, terlalu dini mungkin untuk kata berpisah. Tak ada alasan untuk saling tak menghargai, diantara keputusan rumit untuk kehidupan. Diantara ribuan kilometer namamu slalu hadir dalam doaku tanpa kau tahu. Seperti yang aku katakan sebelumnya kau adalah satu d antara stengah hatiku.

kadang aku berharap kau menghampiriku d ujung jalan itu, sekali saja, cukup sekali.
kau terlalu egois saat ini, kau marah ketika aku suarakan tangis yg keras, diantara kesedihan yg tak bs aku sembunyikan.

Dimana dirimu yang dulu, aku rindu itu.
Aku tak tahan untuk mendengar suaramu tertawa, melarangku berbuat apapun yang tak kau sukai.

cinta, berikan aku sebuah mimpi.
cukup sekali menghampiriku d ujung jalan i

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMBALI

kullu nafsin dzaiqotul maut, kembali, Selalu akan mengingatkan kita tentang rumah dan juga akhirat. Dua hal yang sama-sama akan membuat kita mengingat bahwa sejauh apapun kaki ini melangkah pergi, suatu saat kita harus kembali untuk pulang. "Seperti  ditimpa   hujan lebat  dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat, mungkin seperti itulah kematian" kak wulan .. saya mengenalnya ditahun 2016, hari ini dia telah tiada, namun kebaikannya masih mengalir baik dalam pikiran saya. jum'at 2 ramadhan 1439 Hijriah. Allah pasti menakdirkan jadwal yang baik untuk orang yang baik, hari dimana matahari terbit adalah hari jumat, hari dimana Adam diciptakan dan dimasukkan kedalam syurga adalah hari jumat, hari dimana Allah menampakkan dirinya juga hari jumat. dibulan yang penuh dengan pengguguran dosa . tidak perlu takut bagaimana perjumpaanmu dengan Sang Khalik, karena pasti setiap orang yang mengenalmu akan tetap ingat dengan kebaikan yang selalu kau lakuka...

RINDU

Juni ... masih sama dengan bulan-bulan yang lalu, tidak banyak yang berubah, masih sering panas-lalu hujan tidak menentu. namun terasa berbeda karena masih merasa sendiri pada ramadhan tahun ini.  setelah keputusan pulang kesini kembali kemarin, langit-langit kamar menjadi satu-satunya cahaya pengantar kelelahan. banyak sekali perubahan rencana, serta angan dan capaiannya.  sudah lama sekali rasanya buku-buku tidak lagi pernah dibaca hingga berdebu, hingga tulisan-tulisan acak yang hanya akan menjadi draft didalam note telepon genggam saja. atau lemari baju yang belum sempat terapikan, kertas-kertas print out yang menunggu untuk disapa lalu dibututkan saja.  keputusan kembali menjadi bumerang untuk diri sendiri, terkadang ada rasa sesal, dan ingin meninggalkan semuanya, dan apa-apa tentang pencapaian yang telah dibangun hingga hari ini. namun bukankah itu tidak merupakan wujud dari rasa syukur? atau  apakah keadaan buruk dari hari ini mer...

Dua Serdadu Kecilku

Hidup selalu memiliki plot cerita yang berbeda, berbeda untuk setiap orangnya, tak akan pernah sama dan tidak akan pernah tertukar, KuasaNya yang membuat semua akan memiliki kehidupan masing-masing, seperti air hujan yang akan selalu jatuh kebawah membasahi bumi, kehidupan akan terus bergulir dari satu generasi kegenerasi kebawahnya. dari seorang ayah kepada anaknya, dari seorang ibu kepada anaknya. bahkan kita kakak dan adiknya atau adik kepada kakaknya. sekarang kalian telah menjadi dewasa, masing-masing kita menjadi tidak sama lagi, masing-masing dari kita punya kehidupan dan cara bertanggung jawab yang berbeda. setalah bekerja, waktu bersama menjadi berkurang, bercerita disetiap akan kelelahan dan tidur menjadi lebih jarang, semoga kita tidak akan menjadi asing ya. mungkin satu atau dua tahun lagi kalian berdua (dua serdadu kecil) akan menjadi om dan tante yang dibanggakan oleh keponakan kalian. atau satu dua tahun lagi si suara cempreng ini akan dibawa pergi oleh lelak...